PLN

Bagaimana cara menghubungi call center PLN?

Pelanggan bisa menghubungi call center PLN di nomor telepon 123, kirim email ke pln123@pln.co.id atau layanan media sosial. Tim Customer Service PLN sedia 24 Jam (tanpa biaya tambahan dan respon yang cepat)

Seperti apa perjalanan PLN sebagai pengelola dan penyedia tenaga listrik utama bagi masyarakat Indonesia. Bagi Anda yang penasaran dengan profil perusahaan dan sejarah dari PT. PLN silahkan simak ulasan dari kami berikut ini!

Kilas Sejarah Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Sejarah kelistrikan di Indonesia sudah ada sejak pemerintahan kolonial Belanda dan pendudukan Jepang.

Setelah Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945, sejumlah perusahaan listrik yang tadinya dikuasai Jepang direbut oleh para pemuda Indonesia dan diserahkan kepada pemerinta Republik Indonesia pada bulan September 1945.

Dari perusahaan-perusahaan listrik tadi, dijadikan dalam satu lembaga. Kemudian dibentuklah Perusahaan Jawatan Listrik dan Gas oleh Presiden Soekarno pada tanggal 27 Oktober 1945, dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik pada saat itu baru sebesar 157,5 Mega Watt.

Di tahun 1961, pemerintah mengubah nama Jawatan Listrik dan Gas menjadi BPU-PLN yang merupakan akronim dari Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara. Lembaga ini berfungsi sebagai satu-satunya pengelola listrik, gas, dan kokas yang diperuntukkan bagi kepentingan umum.

Pemerintah Indonesia meresmikan status Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara di tahun 1972.

Selanjutnya pada tahun 1992, pemerintah mulai memberikan kesempatan kepada pihak swasta untuk turut andil dalam bisnis penyediaan tenaga listrik di Indonesia.

Seiring dengan kebijakan tersebut, pada tahun 1994 PLN pun berubah statusnya dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) namun tetap difungsikan sebagai pengelola dan penyedia listrik untuk kepetingan umum sampai di era sekarang.

Profil Perusahaan PT. PLN

Visi perusahaan PLN secara deskriptif adalah ingin menjadi perusahaan kelas internasional yang terus tumbuh dan berkembang, unggul dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani.

Sedangkan misi perusahaan PLN antara lain:

  • Berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan, dan pemegang saham dalam menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait.
  • Meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dengan menjadikan tenaga listrik sebagai medianya.
  • Mendorong kegiatan ekonomi dengan mengupayakan tenaga listrik yang sesuai kebutuhan.
  • Menjalankan aktivitas usaha yang berwawasan lingkungan.

Moto Perusahaan, Maksud dan Tujuan Perseroan

Moto perusahaan PLN adalah Listrik untuk kehidupan yang lebih baik. Sementara itu, maksud dan tujuan perseroan PT PLN di antaranya:

  • Menyelenggarakan upaya penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan rakyat dalam kuantitas dan kualitas yang memadai serta untuk memupuk keuntungan bagi perusahaan.
  • Melaksanakan tugas dari pemerintah di bidang ketenagalistrikan dalam rangka menunjang pembangunan.

Anak Perusahaan PLN

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang energi, PT. PLN menaungi 13 anak perusahaan yang berfungsi untuk mendukung kinerja dan pelayanan perusahaan.

Beberapa Anak perusahaan PLN di antaranya menjalani usaha pada bidang pembangkitan tenaga listrik, penyediaan tenaga listrik, keuangan, pelayanan pemeliharaan, dan telekomunikasi.

Berikut ini adalah daftar 13 anak perusahaan PLN:

  1. PT Pelayanan Listrik Nasional Batam
  2. PT Pelayanan Listrik Nasional Tarakan
  3. PT Indonesia Power
  4. PT Pembangkitan Jawa Bali
  5. PT Indonesia Comnets Plus
  6. PT PLN Batubara
  7. PT Pengembangan Listrik Nasional Geothermal
  8. PT Prima Layanan Nasional Engineering
  9. PT Pelayaran Bahtera Adhiguna
  10. PT Haleyora Power
  11. Majapahit Holding BV
  12. Pt Geo Dipa Energi

Produk dan Layanan PT PLN

Sebagai penyedia kebutuhan listrik untuk kepentingan umum, pelayanan terbaik selalu berusaha diberikan PT PLN kepada semua pelanggannya.

Salah satu kemudahan yang bisa kita rasakan saat ini adalah cara pembayarannya yang bisa dilakukan secara online, kapanpun, dan dimana pun.

Secara umum ada dua kategori yang menjadi produk unggulan PT PLN, yaitu listrik prabayar dan listrik pascabayar.

Berikut ini kami sampaikan kelebihan dan kelemahan yang akan Anda peroleh dari penggunaan masing-masing produk tersebut.

Listrik Prabayar

Listrik prabayar atau yang dikenal dengan istilah listrik pulsa ini membuat para pelanggan dapat mengendalikan sendiri penggunaan listrik yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

Untuk dapat menggunakan listrik, pelanggan diharuskan mengisi pulsa dengan membeli token yang terdiri dari 20 digit nomor. Sesudah itu, pelanggan harus memasukkan 20 digit nomor tersebut, barulah kWH akan diinput pada meteran listrik di rumah Anda.

Kelebihan produk listrik prabayar:

  • Penggunaan listrik lebih terkontrol.
  • Tanpa khawatir adanya sanksi denda atau pemutusan terkait keterlambatan pembayaran tagihan listrik.
  • Pembelian disesuaikan kebutuhan dan kemampuan.
  • Tidak dikenakan biaya beban bulanan.
  • Tidak ada batas masa aktif selama masih tersedia kWH pada meteran listrik Anda.

Kelemahan produk listrik prabayar:

  • Listrik bisa mati sewaktu-waktu karena pulsa habis.
  • Sedikit merepotkan karena Anda harus memasukkan 20 digit nomor token ketika mengisi kWH pada meteran listrik.

Listrik Pascabayar

Pelanggan yang masih menggunakan listrik pascabayar diharuskan membayar biaya tagihan listrik setiap bulannya. Biasanya akan ada petugas PLN yang secara rutin mengecek penggunaan listrik di rumah pelanggan yang masih menggunakan listrik pascabayar.

Pengguna listrik pascabayar akan dikenakan tarif dasar listrik setiap bulannya, misalnya saja untuk daya 2200 VA, maka tarif dasarnya sebesar Rp 68 ribu. Meskipun penggunaan listrik di rumah Anda berada di bawah tarif tersebut, Anda akan tetap membayar sejumlah Rp 68 ribu.

Kelebihan listrik pascabayar:

  • Tidak perlu khawatir listrik padam akibat kehabisan kWH, listrik selalu tersedia hingga tenggat waktu pembayaran di akhir bulan.
  • Adanya ketelitian dalam mencatat kWH karena petugas PLN akan datang mengeceknya secara rutin.

Kelemahan listrik pascabayar:

  • Pemakaian listrik dapat tidak terkendali dan melampaui batas pemakaian rata-rata.
  • Petugas PLN akan memadamkan listrik apabila terjadi penunggakan tagihan.
  • Privasi Anda akan sedikit terganggu karena akan ada petugas PLN yang masuk ke pekarangan rumah secara rutin untuk mengecek meteran listrik Anda.

Penggolongan Tarif Tenaga Listrik PLN

Tarif Dasar Listrik (TDL) atau disebut juga dengan Tarif Tenaga Listrik (TTL) adalah tarif yang ditetapkan oleh pemerintah kepada pelanggan PLN.

Tarif tenaga listrik yang ditetapkan oleh PLN harus merujuk pada Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 28 Tahun 2016. Peraturan ini juga membagi golongan tarif menjadi beberapa kategori, di antaranya:

  • Pelayanan Sosial: Pelanggan badan sosial yang menggunakan listrik untuk kegiatan sosial. Dibedakan menjadi Sosial Murni, dan Sosial Komersial.
  • Rumah Tangga: Pelanggan perseorangan atau badan sosial yang menggunakan listrik untuk keperluan rumah tangga.
  • Bisnis: Pelanggan yang menggunakan sebagian atau seluruh tenaga listrik untuk kegiatan usaha atau perkantoran. Usaha dengan kegiatan pengolahan yang memberi nilai tambah atas suatu produk (manufaktur) tidak termasuk golongan tarif bisnis, tetapi masuk pada golongan tarif industri.
  • Industri: Pelanggan yang menggunakan tenaga listrik untuk kegiatan pengolahan yang memberi nilai tambah atas suatu produk (manufaktur).
  • Kantor Pemerintah & PJU: Pelanggan listrik untuk kantor pemerintah dan penerangan jalan umum.
  • Traksi: PT. Kereta Api Indonesia
  • Curah: Badan usaha Koperasi Unit Desa (KUD) yang bergerak di bidang khusus tenaga listrik.

Contact Center PLN 123

Masyarakat kini tidak perlu repot mengantre dikantor PLN apabila ingin membuat sambungan, ubah daya, sambungan sementara, migrasi ke prabayar, melaporkan gangguan, atau sekedar mencari informasi tagihan listrik. Untuk pengaduan masalah listrik PLN, pelanggan cukup menghubungi nomor telepon 123, kirim email, atau berkomunikasi lewat saluran media sosial Facebook dan Twitter.

  • Ponsel: Kode area + 123
  • Telepon: 123
  • Kunjungi website: www.pln.co.id
  • Buka halaman Facebook: PLN 123
  • Mention Twitter: @pln_123
  • Kirim email: pln123@pln.co.id

Layanan call center PLN ini beroperasi 24 jam, tanpa calo, tanpa biaya tambahan, dan respon yang cepat.

Alamat Kantor Pusat:

PT PLN (Persero)
Jl. Trunojoyo Blok M-I No. 135
Jakarta 12160
Telp: 021 – 7251234, 021- 7261122
Fax: 021 – 7221330

Demikian sejarah, profil perusahaan, call center serta layanan PLN yang dapat kami sampaikan. Semoga PLN dapat terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua lapisan masyarakat di Indonesia.