Lion Air

Bagaimana cara menghubungi Call Center Lion Air?

Anda dapat menghubungi customer service Lion Air melalui email: customercare@lionair.co.id dan Call Center 24 Jam di 021-6379 8000 ext 0 (Senin s/d Minggu)

Lion Air: Maskapai Penerbangan Swasta Terbesar di Indonesia

Lion Air atau yang sekarang telah berkembang menjadi Lion Air Group merupakan salah satu maskapai penerbangan swasta nasional yang didirikan dan awalnya berbasis di Indonesia.

Sungguh membanggakan ketika kita mendengar ada perusahaan swasta yang didirikan oleh orang Indonesia dapat berkembang menjadi perusahaan raksasa dan mendunia.

Selain menaungi maskapai Lion Air sendiri, Lion Air Group juga merupakan induk perusahaan dari Wings Air, Batik Air, dan Lion Bizjet.

Selain itu juga menjadi induk perusahaan dari beberapa perusahaan maskapai di luar negeri, seperti Malindo Air yang berbasis di Malaysia, dan Thai Lion Air yang berbasis di Thailand.

Lion Air Group terus memperluas jaringan usahanya dengan membuka bisnis lain berupa jasa pengiriman paket atau dokumen yang diberi nama Lion Parcel, dan juga bisnis perhotelan dengan nama Lion Hotel & Plaza yang bertempat di Manado.

Nah, seperti apa perjalanan bisnis Lion Air Group hingga dapat menjadi sebesar saat ini? Apa saja macam produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan maskapai swasta terbesar di Indonesia ini? Simak ulasan selengkapnya dari kami!

Sekilas Profil Perusahaan Lion Air

Sebagai perusahaan maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia, Lion Air telah mengudara dan melayani masyarakat selama lebih dari 18 tahun.

Lion Air berdiri sejak tanggal 15 November 1999, dan pertama kali beroperasi mulai tanggal 30 Juni 2000. Rute penerbangan yang dilayani oleh maskapai Lion Air pertama kali adalah rute Jakarta-Pontianak dengan hanya menggunakan 2 unit pesawat tipe Boeing 737-200.

Hingga saat ini, Lion Air telah memiliki 183 rute penerbangan mulai dari rute domestik yang tersebar ke seluruh penjuru Indonesia, hingga rute internasional yang melayani penerbangan ke sejumlah negara seperti Singapore, Malaysia, China, dan Saudi Arabia.

Mengingat kondisi pasar penerbangan di Indonesia yang terus berkembang dengan pesat, Lion Air juga akan terus menambah rute penerbangannya.

Didukung oleh kepemilikan 116 armada pesawat saat ini yang terbagi menjadi beberapa tipe, antara lain Boeing 747-400, Boeing 737-800, Boeing 737-900 ER, dan Airbus A330-300.

Penambahan jumlah armada pun akan terus dilakukan menyesuaikan kebutuhan dan pemesanan pesawat yang telah dilakukan oleh Lion Air.

Pada tanggal 19 Juli 1999, pemberhentian sementara untuk ke-13 armadanya dilakukan Lion Air. Pemberhentian ini diakibatkan gagalnya maskapai untuk memenuhi On Time Performance (OTP) yang ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Udara.

Bahkan Lion Air sempat menjadi yang terburuk dari 6 maskapai penerbangan utama periode Januari-April 2011 di Bandar Udara seluruh Indonesia.

Batik Air

Lion Air mencoba bangkit dari keterpurukan. Lion Air bersama Boeing mempublikasikan pemesanan 201 pesawat Boeing 737 MAX dan 29 pesawat Boeing 737-900ER pada tanggal 18 November 2011.

Pemesanan sebanyak 230 armada oleh Lion Air tersebut tercatat sebagai pemesanan tunggal terbanyak oleh satu maskapai penerbangan komersial dengan nilai transaksi mencapai 21,7 miliar USD.

Lion Air kemudian mendirikan maskapai penerbangan baru dengan layanan penuh yang bernama Batik Air. Maskapai ini mulai beroperasi di tahun 2013 menggunakan pesawat Boeing 737-900ER.

Selanjutnya memesan kembali 5 buah pesawat 787 Dreamliner untuk Batik Air dan menjadi maskapai penerbangan Indonesia pertama yang memesan tipe tersebut sejak Garuda Indonesia membatalkannya di tahun 2010.

Malindo Airways

Lion Air melakukan Joint Venture dengan National Aerospace & Defence Industries Sdn Bhd (Nadi) untuk mendirikan Malindo Airways di tahun 2012. Malindo Airways merupakan maskapai penerbangan baru yang berbasis di Malaysia, dan mulai beroperasi di bulan Mei 2013.

Maret 2013 juga menjadi momen penting bagi Lion Air di mana perusahaan tersebut menandatangani kontrak pembelian 234 pesawat Airbus dengan nilai mencapai USD 24 Miliar atau setara Rp 233 triliun.

Pemesanan pesawat berjenis A320 dan A321 tersebut dilakukan di Perancis, dan disaksikan langsung oleh Presiden Perancis, Francois Hollande.

Karena adanya ketidakcocokan dengan anggota yang lain, Lion Air secara resmi keluar dari keanggotaan INACA (Indonesia National Air Carriers Association) pada tanggal 31 Juli 2015.

Maskapai penerbangan yang berkantor pusat di Lion Air Tower, Jalan Gajah Mada No 7, Jakarta Pusat ini mengusung slogan “We Make People Fly”, dan telah menjadi perusahaan maskapai yang telah mengubah stigma masyarakat bahwa siapapun dapat terbang bersama Lion Air.

Meski menjadi maskapai penerbangan dengan biaya rendah (Low Cost Carrier), Lion Air tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas penerbangan sehingga dapat bertahan dan berkembang hingga menjadi besar seperti sekarang.

Produk dan Layanan Lion Air di Bidang Service Penerbangan

Sebagai maskapai penerbangan dengan biaya rendah, Lion Air diperkuat dengan armada berjumlah 116 pesawat untuk berbagai rute penerbangan ke seluruh Indonesia maupun rute internasional.

Pesawat-pesawat tersebut diupayakan untuk dapat beroperasi seefisien mungkin, namun tetap tidak boleh melanggar persyaratan maupun norma-norma yang ada di industri penerbangan.

Ada beberapa tipe pesawat yang menjadi andalan bagi operasional Lion Air, antara lain Boeing 737-900ER, 737-800NG, 747-400, dan pesawat Airbus A330-300.

Jenis pesawat komersial dengan lorong tunggal menjadi andalan Lion Air untuk penerbangan domestik. Sementara untuk penerbangan internasional Lion Air memilih untuk menggunakan pesawat komersial dengan lorong ganda yang mampu menampung banyak penumpang.

Hingga saat ini, Lion Air memiliki 71 unit pesawat Boeing 737-900ER yang biasa digunakan untuk melayani penerbangan kelas ekonomi dengan total 215 kursi di masing-masing pesawatnya.

Lion Air juga menambah armadanya dengan 32 unit pesawat Boeing 737-800NG untuk melayani lebih banyak penerbangan non-stop dengan tarif terjangkau ke banyak tujuan.

Pesawat jenis jumbo jet dengan kapasitas 506 penumpang menjadi andalan Lion Air rute penerbangan internasional yang mampu membawa banyak penumpang.

Armada pesawat berbadan besar lainnya yang terbaru milik Lion Air adalah Airbus A330-300 dengan jumlah sebanyak 3 unit pesawat yang baru didatangkan pada bulan November 2015 lalu.

Dengan terus bertambahnya jumlah pesawat Lion Air, faktor keselamatan selalu menjadi prioritas utama maskapai penerbangan Indonesia yang satu ini.

Untuk mendukung kegiatan operasional dan faktor keselamatan tersebut, Lion Air Group telah mendirikan sebuah fasilitas perawatan dan pemeliharaan pesawat yang bertempat di Bandara Hang Nadim Batam dengan nama Batam Aero Technic.

Lion Air Group juga membangun fasilitas pelatihan yang terletak Lion Village, Komplek Pergudangan Bandara Mas yang difungsikan untuk melatih dan meningkatkan keterampilan bagi para pilot.

Sedangkan pelatihan awak kabin ditempatkan di Lion City yang berlokasi di Balaraja, Tangerang. Fasilitas ini dioperasikan oleh Angkasa Training Center yang terdiri dari beberapa macam pelatihan, di antaranya adalah pelatihan emergency evacuatioan dan wet drill.

Prestasi dan Penghargaan

Dalam kiprah bisnisnya, Lion Air telah memiliki banyak rangkaian prestasi dan penghargaan. Selain itu, beberapa sertifikasi internasional juga telah diraih untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan konsumen yang setia menggunakan maskapai penerbangan Lion Air.

Sejumlah sertifikasi internasional yang sudah diraih antara lain ISSA pada Januari 2016, dan sertifikasi ISO 9001:2015. ISSA merupakan standar keselamatan dan keamanan berskala internasional yang diberikan oleh IATA.

Sedangkan sertifikasi ISO 9001:2015 merupakan standar tentang delay management yang terus diaudit secara berkala oleh lembaga penerbangan internasional.

Semoga Lion Air dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas penerbangannya guna memenuhi tingginya permintaan masyarakat akan transportasi udara. Selain itu juga agar dapat terus menjadi yang terbaik di tengah ketatnya industri jasa penerbangan di tanah air.

Customer Service Lion Air

Lion Air berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada konsumen. Komentar dan saran Anda sangat penting bagi kemajuan perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas produk dan layanan yang diberikan.

Apabila Anda merasa tidak puas dengan pelayanan Lion Air dan ingin menyampaikan keluhan, Anda bisa menyampaikannya melalui media berikut ini.

Hubungi layanan Call Center Lion Air

Anda bisa berkomunikasi langsung dengan Customer Service representative Lion Air dengan menghubungi layanan call center 24 Jam di nomor telepon berikut ini:

  • (+6280) 4177 8899
  • (+6221) 6379 8000
  • Malaysia (+60) 03-7841 5333
  • Singapore: (+65) 6339 1922

Kunjungi kantor cabang Lion Air

Silakan mengunjungi kantor cabang Lion Air yang terdekat untuk pemesanan tiket maupun menyampaikan komplain. Untuk mengetahui lokasi kantor cabang atau cawangan yang terdekat dari lokasi Anda, silakan lihat disini.

Hubungi Lion Air di Twitter

Layanan pelanggan interaktif melalui Twitter tersedia bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi promo maupun sarana untuk menyampaikan kritk dan saran. Jika ada hal yang ingin Anda tanyakan, Anda bisa tweet dan mention langsung ke akun resmi Lion Air.

Hubungi Lion Air melalui email

Jika layanan yang diberikan tidak memenuhi harapan Anda, silahkan mengajukan keluhan atau memberikan saran melalui alamat email customercare@lionair.co.id

Alamat Kantor

Lion Air Tower
Jl. Gajah Mada No.7, Jakarta Barat
Telp: (+6221) 6379 8000
Fax : (+6221) 633 5669
Email: customercare@lionair.co.id